Selasa, 05 Mei 2009

SEANDAINYA ACEH TERKENAL SEPERTI DAULAH ABBASIYAH

Aceh merupakan sebuah daerah yang terkenal. Konflik yang berkepanjangan telah membuat Aceh tersohor di dunia Internasional. Gempa dan Tsunami 2004 telah membuka pintu gerbang Aceh untuk masuk berbagai bangsa dan kebudayaan. Sebelumnya Aceh hanyalah sebuah provinsi di ujung pulau Sumatra. Walaupun jauh sebelumnya Aceh sudah dikenal dengan hasil bumi dan juga keindahan alamnya, kalau di berdayakan mungkin hampir sama dengan pulau Bali (walau saya belum pernah ke Bali, dengar2 Bali itu sejuta pesona ya....) tapi keknya gak lah karena bule-bule pada datang ke Aceh khususnya ke pulau weh sabang. Ada sedikit fakta, jika kita berkenalan melalui chatting atau sejenisnya di dunia maya. Kita bilang Indonesia gak nyambung, tapi kalau bilang Bali lansung conect, begitu juga kalau bilang Aceh, harus ada Sabangnya. Hhehe canda kali....Tapi Karang kita lagi menghayal masa depan Aceh, seandainya....andaikata Aceh dikenal sebagaimana tersohornya Daulah Abbasiah karena kegemilangannya dalam ilmu pengetahuan dan peradaban tinggi. Khususnya pada masa kepemimpian Harun Ar-Rasyid dan anaknya Al-Makmun. Begitu tinggi ilmu pengetahuan pada masa itu, hingga orang Eropa harus belajar pada orang Islam. Banyak terobasan teknologi dipelopori oleh ummat Islam. Seperti, Ilmu kedokteran, astronomi, pelayaran, ilmu hitung dan lain sebagainya. Seandainya ..... Aceh menjadi pusat peradaban yang sangat tinggi seperti itu. Ahli-ahli ilmu bermunculan. Semua bidang ada pakarnya. Ahli tafsir menghasilkan karya-karya besar dibidang tafsir. Ahli IT menghasilkan program komputer yang super canggih, saintics menghasilkan terobosan baru dibidang pertanian, perindustrian, kelautan, keudaraan, dan sebagainya. Pemerintah tak segan-segan mengeluarkan uang untuk kemajuan pendidikan. Beasiswa dikucurkan secara besar-besaran, para ahli semua ilmu diundang ke Aceh, buku-buku asing diterjemahkan untuk memudahkan rakyat Aceh belajar tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.
Unsyiah dan IAIN centre utama pembelajaran dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang serba canggih, mahasiswa yang ingin belajar dibebaskan dari semua bea. Semua fakultas diadakan penghijauan. Perpustakaan dilengkapi dengan berbagai koleksi dan dibuka 24 jam nonstop, semua ruang full AC, dilengkapi dengan koneksi internet secara gratis, Taman-taman ditata dengan indah. Sehingga suasana belajar menyenangkan.. disinilah akan lahir ilmuan-ilmuan ternama yang membawa Aceh ke puncak peradaban.
Pemerintah juga mengelola hasil bumi yang sepenuhnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, penggangguran diberi gaji. Orang tua mendapat tunjangan. Semua hidup berkecupan. Bagaikan pada masa khalifah Umar bin Khattab, semua hidup kaya sehingga zakat jatah fakir miskin tidak ada yang menerima karena semua sudah merasa berkecukupan.
Seandainya semua itu menjadi kenyataan.....walaupun kita tidak boleh larut dalam kejayaan masa lampau, tapi Aceh sudah pernah menikmati kegemilangan pada zaman Iskandar Muda..paling tidak bisa berkaca untuk kembali bangkit menuju kejayaan yang sama. Sehingga Aceh dikenal, bukan lagi karena konflik ataupun tsunami yang meluluhlantakkan negeri. Tapi Aceh dikenal karena kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban. Sehingga orang luar datang berbodndong-bondong ke Aceh untuk belajar dan mengkaji berbagai kemajuan ilmu pengetahuan. Aceh menjadi tempat berkumpulnya bangsa bangsa yang haus akan ilmu pengetahuan. Wallau’aklam...Semoga

banner2 Read more / Selengkapnya...